Pelatihan Tanggap Bencana di Kecamatan Asinua Terhambat, Dana Desa Rp 10 Juta Belum Digunakan

waktu baca 2 menit
Jumat, 12 Des 2025 03:45 0 132 Admin

Arsamedia.com, Konawe – Sejumlah kepala desa dan aparat desa di Kecamatan Asinua, Konawe, mengeluhkan keterlambatan pelaksanaan pelatihan Tanggap Bencana (TAGANA) yang terintegrasi dengan dana desa sebesar Rp 10.000.000,00,-. Pelatihan yang seharusnya dilaksanakan pada tahun 2025 ini hingga pertengahan Desember belum ada kejelasan.

Pelatihan Tanggap Bencana yang merupakan bagian dari program TAGANA, seharusnya memberikan pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat desa dalam menghadapi bencana. Namun, meskipun dana tersebut sudah lama diberikan oleh kepala desa kepada fasilitator desa, hingga saat ini belum ada kepastian kapan kegiatan pelatihan tersebut akan dilaksanakan.

“Saya sangat khawatir kalau ini berlarut-larut. Dana untuk pelatihan TAGANA sudah lama diberikan kepada fasilitator desa, tapi sampai sekarang pelatihan belum juga terlaksana. Sementara, dana tersebut harus segera dipertanggungjawabkan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) tahun 2025,” kata salah seorang kepala desa yang enggan disebutkan namanya.

Kekhawatiran tersebut semakin besar mengingat waktu semakin mendekati akhir tahun. Para kepala desa dan aparat desa merasa tertekan dengan potensi kejadian serupa yang bisa berulang seperti tahun sebelumnya, di mana akhirnya dana yang sudah diberikan harus dikembalikan karena kegiatan tidak terlaksana.

“Kami khawatir ini bisa terulang lagi seperti tahun lalu, di mana desa akhirnya harus mengembalikan dana karena pelatihan tidak dilaksanakan. Kami sudah meminta pihak fasilitator untuk segera mengonfirmasi kapan pelatihan ini akan dilaksanakan,” ungkap seorang aparat desa lainnya yang juga menghubungi wartawan melalui telepon WhatsApp pada Jumat, 12 Desember 2025.

Hingga saat ini, wartawan media ini belum dapat menghubungi fasilitator desa untuk memperoleh klarifikasi lebih lanjut mengenai hal ini, karena ketiadaan nomor komunikasi yang dapat dihubungi.

Demi mengedepankan prinsip pemberitaan yang berimbang, wartawan kami akan terus berusaha untuk mendapatkan konfirmasi dari pihak terkait untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai keterlambatan ini.

Penulis: Arsam

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA