Mahasiswa KKN UIN Kendari Gelar Seminar Pengenalan Da’i di Pondidaha, Dorong Lahirnya Generasi Mubalig Muda

waktu baca 4 menit
Sabtu, 8 Agu 2026 06:57 0 69 Admin

Arsamedia.com, Konawe
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Qaimuddin Kendari sukses menggelar Seminar Pengenalan Da’i di Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam memberikan kontribusi terhadap pembinaan generasi muda, khususnya dalam bidang keagamaan, mental, dan pengembangan kemampuan berdakwah.

Seminar yang mengusung tema “Mengenal Dakwah, Menginspirasi Generasi, Langkah Awal Menjadi Da’i” itu berlangsung dengan penuh antusias dan mendapat sambutan positif dari masyarakat serta kalangan pemuda di Kecamatan Pondidaha.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Koordinator Kecamatan (Korcam) KKN UIN Kendari, Lalu Ahmad Kurniawan, bersama seluruh jajaran mahasiswa KKN yang melaksanakan pengabdian di wilayah Kecamatan Pondidaha.

Seminar ini tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan profesi atau peran seorang da’i, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda agar memahami bahwa dakwah memiliki cakupan yang luas dan dapat dilakukan oleh siapa saja dengan cara yang baik, santun, serta bertanggung jawab.

Lalu Ahmad Kurniawan menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai keagamaan di tengah perkembangan zaman dan pesatnya penggunaan teknologi digital.

Ia menilai, dakwah tidak semata-mata menjadi tugas para ulama, ustaz, atau pemuka agama. Generasi muda juga dapat mengambil bagian dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan di lingkungan masing-masing.

Melalui seminar tersebut, para peserta didorong untuk mulai berani tampil, menyampaikan gagasan positif, serta memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial dan keagamaan di lingkungan sekitar.

“Dakwah bukan hanya tugas pemuka agama, tetapi juga menjadi tanggung jawab setiap generasi muda. Karena itu, kegiatan ini kami jadikan sebagai langkah awal untuk mengenalkan dunia dakwah sekaligus membangun keberanian generasi muda agar mampu mengambil peran,” ujar Lalu Ahmad Kurniawan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi dasar yang berkaitan dengan dunia dakwah. Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah retorika dakwah, yakni teknik berbicara di depan umum secara santun, komunikatif, dan persuasif.

Peserta diperkenalkan dengan bagaimana menyampaikan pesan keagamaan agar mudah dipahami, tidak menyinggung pihak lain, serta mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat.

Selain kemampuan berbicara, mahasiswa KKN juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun mental dan karakter seorang pendakwah. Kepercayaan diri, akhlak, keteladanan, kemampuan berkomunikasi, serta sikap menghargai perbedaan menjadi bagian penting yang harus dimiliki oleh seorang calon da’i.

Tidak kalah penting, perkembangan teknologi digital juga menjadi salah satu materi yang diperkenalkan. Generasi muda diajak melihat media sosial bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk menyebarkan konten-konten positif dan pesan-pesan kebaikan.

Dengan pendekatan tersebut, dakwah diharapkan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kesantunan dan substansi keagamaan.

Para mahasiswa KKN menilai, pemanfaatan media digital secara bijak dapat menjadi salah satu strategi untuk menjangkau generasi muda yang sehari-hari sangat dekat dengan berbagai platform media sosial.

Kegiatan seminar ini mendapat respons positif dari masyarakat dan tokoh pemuda Kecamatan Pondidaha. Kehadiran mahasiswa KKN yang membawa program pembinaan keagamaan dinilai memberikan warna tersendiri dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Antusiasme peserta juga menunjukkan bahwa terdapat ruang yang besar bagi generasi muda untuk mendapatkan pembinaan dan pelatihan dalam bidang komunikasi, kepemimpinan, serta keagamaan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Kendari berharap seminar pengenalan da’i tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal munculnya kader-kader muda yang memiliki keberanian, kemampuan komunikasi, wawasan keagamaan, dan akhlak yang baik.

Para peserta diharapkan nantinya mampu mengambil peran dalam berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing, baik melalui kegiatan masjid, komunitas pemuda, maupun berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.

Dengan lahirnya generasi muda yang memiliki kemampuan berdakwah dan berkomunikasi secara positif, syiar Islam di Kecamatan Pondidaha diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Kegiatan yang digagas mahasiswa KKN UIN Kendari tersebut sekaligus mempertegas bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, keagamaan, sosial, dan pembangunan karakter generasi muda.

Seminar Pengenalan Da’i di Pondidaha pun diharapkan menjadi langkah awal untuk mencetak generasi mubalig muda yang mampu menjadi teladan, menyampaikan pesan-pesan kebaikan dengan santun, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Laporan: Arsamedia

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA