Rumah Warga di Dangia Ludes Dilalap Api, Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta

waktu baca 4 menit
Minggu, 19 Jul 2026 11:20 0 58 Admin

Arsamedia.com, Kolaka Timur –
Musibah kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Kolaka Timur. Sebuah rumah milik warga di Dusun IV, Desa Lalongkateba, Kecamatan Dangia, ludes dilalap si jago merah pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 15.30 Wita.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta karena seluruh bangunan beserta isinya hangus terbakar.

Rumah yang terbakar diketahui milik Anwar. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong. Istri korban bersama kedua anaknya sedang menghadiri kegiatan arisan di rumah warga yang berada cukup jauh dari kediaman mereka, sedangkan Anwar sedang berada di luar daerah untuk urusan pekerjaan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka Timur, Dewa Made Ratmawan, S.ST., M.T., menjelaskan bahwa berdasarkan hasil identifikasi awal, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di bagian belakang rumah, tepatnya di area dapur.

“Asal api diduga dari korsleting listrik yang kemudian dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan rumah menggunakan material kayu,” jelasnya.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh tetangga korban bernama Samsudin yang saat itu hendak pulang ke rumah. Ketika melintas di depan rumah Anwar, ia melihat kepulan asap disertai kobaran api yang sudah membesar dari bagian belakang bangunan.

Tanpa menunggu lama, Samsudin segera menghubungi pemilik rumah dan meminta bantuan warga sekitar. Warga pun berdatangan membawa peralatan seadanya untuk berusaha memadamkan api agar tidak merambat ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi.

Namun, besarnya kobaran api membuat upaya warga tidak mampu menyelamatkan bangunan. Api terus membesar dan melahap seluruh bagian rumah dalam waktu relatif singkat.

Setelah menerima laporan dari Camat Dangia, personel Pemadam Kebakaran Kabupaten Kolaka Timur segera diterjunkan ke lokasi. Petugas pemadam dibantu warga melakukan pemadaman selama beberapa jam hingga akhirnya api berhasil dijinakkan sekitar pukul 18.30 Wita.

Di saat bersamaan, petugas PLN juga melakukan pemutusan aliran listrik di sekitar lokasi guna mencegah terjadinya korsleting lanjutan maupun risiko kebakaran yang lebih luas.

Akibat kejadian tersebut, rumah berukuran sekitar 9 x 12 meter itu rata dengan tanah. Seluruh isi rumah ikut hangus terbakar, mulai dari perabot rumah tangga hingga berbagai barang elektronik.

Beberapa barang yang musnah di antaranya kursi, televisi, kulkas, mesin cuci, kipas angin, telepon genggam, dua lemari, penanak nasi, serta berbagai perlengkapan rumah tangga lainnya.

Tidak hanya itu, korban juga kehilangan sejumlah dokumen penting yang selama ini disimpan di dalam rumah, seperti sertifikat tanah, dua surat kendaraan bermotor, serta ijazah pendidikan mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut karena saat kebakaran terjadi seluruh penghuni rumah sedang berada di luar.

Menindaklanjuti musibah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur melalui BPBD bergerak cepat memberikan bantuan kepada korban. Pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 17.00 Wita, BPBD menyalurkan bantuan logistik sekaligus material bangunan untuk membantu korban membangun kembali tempat tinggalnya.

Bantuan yang diberikan meliputi atap seng, papan, kaso, balok kayu, paku, serta kebutuhan darurat lainnya. Penyerahan bantuan dilakukan langsung kepada korban dan disaksikan oleh Kepala Desa Lalongkateba bersama Camat Dangia.

Dewa Made Ratmawan mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang mengalami musibah, sekaligus sebagai upaya mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang disebabkan oleh instalasi listrik.

Menurutnya, pemeriksaan instalasi listrik secara berkala sangat penting dilakukan untuk memastikan seluruh jaringan berada dalam kondisi aman dan sesuai standar.

Selain itu, masyarakat diminta tidak menggunakan instalasi listrik yang sudah rusak atau tidak memenuhi standar keselamatan karena dapat memicu korsleting yang berujung pada kebakaran, terlebih pada rumah-rumah yang masih didominasi material kayu.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran serta memastikan sistem kelistrikan di rumah tetap dalam kondisi baik, sehingga kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Laporan: Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA