
ARSAMEDIA.COM, SULAWESI TENGGARA – Angkatan Muda Tolaki (AMT) Sulawesi Tenggara menegaskan sikap menolak segala bentuk aktivitas dan penyebaran paham radikalisme di kalangan masyarakat Tolaki maupun di wilayah Sulawesi Tenggara.
Sikap tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta memelihara keamanan dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Bumi Anoa.
Angkatan Muda Tolaki Sulawesi Tenggara, bersama Akbar Liambo dan dewan pembina AMT Sultra, Hasrim, S.Sos., menyuarakan pentingnya membangun kesadaran masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh paham yang dapat memecah belah persatuan dan mengancam kerukunan sosial.
Melalui pesan yang disampaikan dalam poster organisasi, AMT mengajak masyarakat Tolaki untuk bersama-sama menolak penyebaran paham radikalisme serta menjaga nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Penolakan terhadap paham radikalisme dinilai perlu dilakukan melalui pendekatan yang mengedepankan pendidikan, dialog, penguatan nilai kebangsaan, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Sebagai bagian dari masyarakat Sulawesi Tenggara, masyarakat Tolaki memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial.
Angkatan Muda Tolaki diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kegiatan positif, meningkatkan kepedulian sosial, serta menanamkan semangat persaudaraan dan cinta tanah air.
Keterlibatan generasi muda juga penting dalam membangun lingkungan yang terbuka terhadap perbedaan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta menyelesaikan persoalan melalui cara-cara damai dan sesuai dengan ketentuan hukum.
Hasrim, S.Sos., selaku dewan pembina Angkatan Muda Tolaki Sulawesi Tenggara, bersama Akbar Liambo, turut dicantumkan dalam gerakan penyampaian pesan penolakan terhadap paham radikalisme tersebut.
Pesan yang diusung AMT menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah penyebaran paham yang mendorong kekerasan, permusuhan, dan perpecahan.
Upaya menjaga kondusivitas daerah membutuhkan kerja sama antara organisasi kemasyarakatan, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat.
Dengan komunikasi yang baik dan kepedulian bersama, potensi konflik dapat dicegah sedini mungkin, sementara semangat persaudaraan dan saling menghormati dapat terus diperkuat.
Angkatan Muda Tolaki Sulawesi Tenggara juga membawa pesan penting bagi generasi muda agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama melalui media sosial.
Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, ajakan yang mengandung kebencian, maupun konten yang berpotensi menimbulkan permusuhan antarkelompok.
Generasi muda perlu mengambil peran dalam menyebarkan pesan damai, memperkuat solidaritas sosial, serta menjaga nama baik masyarakat Tolaki melalui kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan dan daerah.
Penolakan terhadap radikalisme juga perlu dilaksanakan secara proporsional dengan tetap menghormati kebebasan beragama, hak asasi manusia, dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara damai serta sesuai hukum.
Melalui pesan tersebut, Angkatan Muda Tolaki Sulawesi Tenggara menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan mengedepankan nilai-nilai kebangsaan demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, harmonis, dan damai.
Semangat kebersamaan yang dibangun diharapkan dapat memperkuat kontribusi masyarakat Tolaki dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta mendukung terciptanya Sulawesi Tenggara yang kondusif dan harmonis.
Laporan: Arsamedia

Tidak ada komentar