Heboh! Dituding Korupsi Dana BOS, Dua Kepala Sekolah SDN 2 Ranoeya Akhirnya Berdamai: “Itu Tidak Benar!”

waktu baca 2 menit
Rabu, 1 Apr 2026 03:11 0 13 Admin

Arsamedia.com Konawe –
Polemik yang sempat menghebohkan masyarakat terkait dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan pemalsuan dokumen pencairan dana di SD Negeri 2 Ranoeya akhirnya menemui titik terang. Isu yang sebelumnya viral dan memicu beragam spekulasi kini diklarifikasi langsung oleh pihak-pihak yang terlibat.

Mantan Kepala Sekolah SD Negeri 2 Ranoeya, Nursyam, S.Pd., angkat bicara untuk meluruskan informasi yang beredar luas di tengah masyarakat. Ia dengan tegas membantah tudingan yang menyeret nama Kepala Sekolah baru dalam dugaan penyelewengan dana BOS.

“Saya tegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar adanya. Saya juga tidak pernah mengatakan bahwa Kepala Sekolah baru menyelewengkan dana BOS,” ujar Nursyam saat memberikan klarifikasi.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas berbagai pemberitaan yang menyebut adanya konflik dan saling tuding antara kepemimpinan lama dan baru di sekolah tersebut. Nursyam menilai bahwa informasi yang beredar kemungkinan besar terjadi akibat kesalahpahaman atau penyampaian yang tidak utuh.

Di sisi lain, Kepala Sekolah SD Negeri 2 Ranoeya saat ini, Lisnawati, S.Pd., M.Pd., menyambut baik klarifikasi tersebut. Ia menegaskan pentingnya menjaga suasana kondusif di lingkungan sekolah agar proses belajar mengajar tidak terganggu oleh isu yang belum tentu benar.

Pertemuan antara kedua pihak pun berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Dalam kesempatan tersebut, keduanya sepakat untuk mengakhiri polemik dan menyelesaikan persoalan secara damai.

Kesepakatan damai ini menjadi langkah penting untuk meredam keresahan masyarakat yang sempat mempertanyakan integritas pengelolaan dana pendidikan di sekolah tersebut.

Kedua belah pihak juga berkomitmen untuk menjaga transparansi serta meningkatkan komunikasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Tak hanya itu, mereka juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, khususnya di media sosial, serta tidak mudah percaya pada isu yang belum terverifikasi kebenarannya.

Polemik ini menjadi pelajaran penting bahwa klarifikasi langsung dari sumber utama sangat dibutuhkan untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat merugikan banyak pihak, terutama dalam dunia pendidikan.

Kini, dengan adanya klarifikasi dan kesepakatan damai, diharapkan SD Negeri 2 Ranoeya dapat kembali fokus pada tujuan utamanya, yakni memberikan pendidikan terbaik bagi para siswa tanpa bayang-bayang konflik.

Arsamedia.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA