
Arsamedia.com Kolaka –
Masyarakat Desa Tamborasi, Kecamatan Iwomendaa, Kabupaten Kolaka, menyoroti langkah Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka yang dinilai tiba-tiba dan tidak transparan terkait pengelolaan objek wisata Tamborasi.
Warga mempertanyakan pemanggilan Ketua Pengelola Wisata Tamborasi oleh Dinas Pariwisata yang disebut-sebut akan berujung pada pergantian ketua beserta seluruh pengurus pengelola wisata.
“Tidak ada asap kalau tidak ada api. Tiba-tiba saja ketua pengelola dipanggil dan mau diganti, padahal selama ini tidak pernah ada masalah yang disampaikan ke masyarakat,” ujar salah satu warga pengelola wisata Tamborasi kepada Awak media, kamis (5/2/2026).
Menurut masyarakat, hingga saat ini tidak ada penjelasan resmi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka terkait alasan pemanggilan maupun rencana pergantian pengelola tersebut.
Dinilai Ancam Mata Pencaharian Warga
Masyarakat menegaskan bahwa pengelolaan wisata Tamborasi selama ini menjadi sumber penghidupan utama bagi warga desa. Pergantian pengelola secara sepihak dinilai berpotensi mematikan ekonomi masyarakat lokal.
“Ini tempat makan kami. Kalau pengelola diganti tanpa kejelasan, sama saja dinas mau memecahkan piring kami,” tegas salah satu pengelola wisata Tamborasi.
Warga menyebutkan bahwa pengelolaan wisata Tamborasi selama ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat desa, dengan melibatkan pemuda dan kelompok lokal dalam operasional, kebersihan, hingga pelayanan pengunjung.
Ancaman Penutupan dan Penyegelan
Sebagai bentuk protes, masyarakat Desa Tamborasi menyatakan siap melakukan penutupan dan penyegelan objek wisata Tamborasi apabila pergantian pengelola tetap dipaksakan tanpa musyawarah dan keterlibatan masyarakat.
“Kalau benar-benar diganti tanpa alasan jelas dan tanpa melibatkan masyarakat, kami akan menutup dan menyegel tempat wisata Tamborasi,” ujar warga lainnya.
Langkah tersebut, menurut masyarakat, merupakan upaya terakhir untuk mempertahankan hak kelola dan sumber ekonomi warga desa.
Diduga Ada Kepentingan Tertentu
Sejumlah warga menduga pemanggilan dan rencana pergantian pengelola tidak lepas dari adanya kepentingan tertentu.
Namun demikian, masyarakat menegaskan bahwa tudingan tersebut masih berupa dugaan dan meminta Dinas Pariwisata bersikap terbuka.
“Kami tidak menuduh, tapi jangan sampai ada kepentingan lain yang mengorbankan masyarakat,” kata seorang tokoh pemuda desa.
Tuntutan Transparansi dan Dialog
Masyarakat Tamborasi mendesak Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka untuk membuka secara transparan dasar hukum, alasan, serta tujuan pemanggilan dan rencana pergantian pengelola wisata Tamborasi.
Warga juga meminta agar setiap kebijakan yang menyangkut objek wisata Tamborasi dilakukan melalui dialog terbuka dan musyawarah dengan masyarakat desa sebagai pemilik dan pengelola langsung destinasi wisata tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Arsamedia.com masih berupaya mengonfirmasi Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka terkait pemanggilan Ketua Pengelola Wisata Tamborasi serta rencana pergantian pengurus. Namun, belum ada keterangan resmi yang disampaikan.
Laporan : Redaksi

Tidak ada komentar