
ARSAMEDIA.COM, KONAWE – Senat Mahasiswa Fakultas Syariah (Sema Fasya) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Qaimuddin Kendari sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi bertajuk “Sema Fasya Berani Edukasi” di SMAN 7 Konawe, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, khususnya di lingkungan pendidikan. Melalui kegiatan ini, para siswa dan siswi diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, batasan hukum, serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menangani tindakan tersebut.
Program edukasi ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan sekaligus membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Dalam pelaksanaannya, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali perilaku yang melanggar batasan pribadi, menghormati hak orang lain, serta memahami bahwa setiap bentuk kekerasan seksual tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele.
Selain itu, peserta didorong untuk memiliki keberanian melaporkan kejadian yang dialami atau diketahui kepada pihak yang dapat memberikan perlindungan dan pendampingan. Langkah tersebut dinilai penting agar korban tidak merasa sendirian dan memperoleh bantuan yang sesuai.
Ketua Sema Fasya UIN Kendari, Ian Saputra, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap masa depan generasi muda, sekaligus upaya mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dari ancaman kekerasan seksual.
Menurut Ian, mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan hukum di bangku perkuliahan, tetapi juga perlu mengimplementasikan pengetahuan tersebut melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami di Sema Fasya berkomitmen untuk tidak hanya belajar hukum di dalam kelas, tetapi juga mengimplementasikannya di masyarakat. Lewat gerakan ‘Berani Edukasi’ ini, kami ingin membekali adik-adik di SMAN 7 Konawe agar memiliki kesadaran hukum dan keberanian untuk bersuara melawan segala bentuk kekerasan seksual,” ujar Ian Saputra.
Ia berharap, melalui edukasi tersebut, para pelajar dapat memahami hak-haknya, mampu mengenali tindakan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain, serta tidak ragu mencari pertolongan apabila menghadapi situasi yang mengancam keselamatan dan martabat mereka.
Pihak SMAN 7 Konawe menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif Sema Fasya UIN Kendari yang telah menghadirkan edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah.
Kehadiran mahasiswa Fakultas Syariah dinilai dapat memberikan perspektif baru kepada para pelajar, terutama dalam memahami persoalan hukum dan sosial yang berkaitan dengan perlindungan diri serta keamanan di lingkungan pendidikan.
Melalui pendekatan edukatif, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong siswa untuk lebih terbuka dalam memahami persoalan kekerasan seksual, membangun sikap saling menghormati, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Upaya pencegahan kekerasan seksual di sekolah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari peserta didik, tenaga pendidik, pihak sekolah, keluarga, hingga masyarakat. Karena itu, edukasi dan penyebaran informasi yang tepat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama.
Sekolah juga memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana belajar yang aman dan mendukung perkembangan siswa. Lingkungan pendidikan yang sehat bukan hanya ditandai dengan pencapaian akademik, tetapi juga dengan adanya perlindungan terhadap hak, keselamatan, dan martabat setiap peserta didik.
Melalui program “Sema Fasya Berani Edukasi”, Sema Fasya UIN Kendari berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, inklusif, dan bebas dari ancaman kekerasan seksual.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah menengah di Sulawesi Tenggara melalui program edukasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Mahasiswa diharapkan dapat terus mengambil peran dalam menyebarluaskan pengetahuan hukum, meningkatkan kesadaran sosial, serta mendorong lahirnya generasi muda yang berani bersikap terhadap tindakan yang melanggar hak dan keselamatan orang lain.
Dengan adanya kegiatan ini, pesan yang ingin ditegaskan adalah bahwa pencegahan kekerasan seksual merupakan tanggung jawab bersama. Keberanian untuk memahami, mencegah, melaporkan, dan memberikan dukungan kepada korban menjadi langkah penting dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman bagi semua.
Sema Fasya UIN Kendari berharap gerakan “Berani Edukasi” tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi dapat menjadi dorongan bagi para pelajar untuk menerapkan nilai-nilai saling menghormati, kepedulian, dan keberanian melawan segala bentuk kekerasan dalam kehidupan sehari-hari.
Laporan : Arsamedia

Tidak ada komentar