Luapan Kali Anggoro Ancam Persawahan Warga, Petani Waswas Musim Tanam Terganggu

waktu baca 2 menit
Jumat, 8 Mei 2026 00:27 0 17 Admin

Arsamedia.com konawe-
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Desa Anggoro sejak Kamis malam hingga Jumat pagi (8/5/2026) mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga, khususnya para petani. Sejumlah areal persawahan dilaporkan mulai tergenang air akibat meningkatnya debit Kali Anggoro.

Genangan tampak memenuhi beberapa petak sawah warga yang dalam waktu dekat akan memasuki masa pengolahan lahan dan musim tanam. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat aktivitas pertanian apabila hujan dengan intensitas tinggi terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan pantauan masyarakat sekitar, debit air Kali Anggoro saat ini terus mengalami kenaikan dan hampir mencapai tanggul penahan air. Bahkan, permukaan air disebut telah menyentuh bagian bawah jembatan kayu yang berada di sekitar aliran sungai.

Situasi ini membuat warga mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir luapan yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Kekhawatiran semakin besar mengingat pengalaman banjir beberapa tahun lalu yang sempat merendam area persawahan hingga permukiman masyarakat.

“Kami berharap ada perhatian pemerintah sebelum air masuk ke permukiman warga akibat luapan Kali Anggoro. Kalau hujan terus turun, kami takut banjir besar kembali terjadi seperti beberapa tahun lalu,” ujar salah seorang warga Desa Anggoro.

Warga mengaku trauma dengan peristiwa banjir tahun 2021 yang menyebabkan kerugian cukup besar bagi masyarakat, terutama petani. Selain merusak lahan pertanian, banjir saat itu juga sempat menghambat aktivitas ekonomi warga.

Masyarakat pun berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan langkah antisipasi, termasuk normalisasi sungai maupun perbaikan tanggul yang dinilai sudah tidak mampu menahan debit air saat musim penghujan.

Hingga saat ini, menurut warga, belum ada penanganan serius terhadap kondisi Kali Anggoro sejak banjir besar beberapa tahun lalu. Padahal, sungai tersebut menjadi salah satu titik rawan luapan air saat curah hujan meningkat.

Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA