Ternak Sapi Lepas Hantam Hilux di Jalur Nasional Konawe Utara, Nyaris Renggut Nyawa Pengendara

waktu baca 3 menit
Rabu, 1 Apr 2026 00:30 0 19 Admin

Arsamedia.com Sultra –
Kelalaian pemilik ternak kembali menjadi ancaman serius di jalan raya. Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi akibat sapi yang dibiarkan berkeliaran bebas di jalur jalan nasional, tepatnya di Desa Tokowuta, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 18.10 WITA.

Insiden tersebut melibatkan satu unit mobil Toyota Hilux berwarna hitam dengan nomor polisi DT 8393 AA yang dikemudikan oleh MRT (20), warga Konawe.

Kendaraan tersebut diketahui sedang dalam perjalanan pulang dari arah selatan menuju Konawe melalui jalur Meluhu, setelah sebelumnya menghabiskan waktu liburan bersama keluarga di Pantai Taipa.

Berdasarkan keterangan saksi sekaligus penumpang, Siti Sola, saat kejadian mobil melaju dalam kondisi beriringan dengan kendaraan lain. Di depan terdapat mobil kontainer, sementara di sekitar juga ada kendaraan roda dua, baik di depan maupun dari arah berlawanan. Kecepatan kendaraan saat itu relatif pelan karena kondisi lalu lintas.

Namun, situasi mendadak berubah ketika di pinggir jalan terlihat sekelompok sapi. Diduga, beberapa remaja di lokasi memukul salah satu sapi induk, sehingga ternak tersebut kaget dan langsung berhamburan ke badan jalan.
“Saat itu kami pelan karena banyak kendaraan. Tiba-tiba sapi lari ke arah mobil setelah dipukul,” ujar Siti Sola.

Sopir Hilux langsung melakukan pengereman untuk menghindari tabrakan. Namun jarak yang terlalu dekat membuat benturan tidak dapat dihindari. Salah satu sapi menghantam bagian depan kendaraan dengan keras.

Menurut Siti, sapi tersebut sempat tersungkur akibat benturan sebelum akhirnya bangkit kembali.
“Itu sapi sempat jatuh, lalu bangkit lagi. Saya sempat mau pegang tali di lehernya, tapi karena anak-anak di mobil mau turun, saya batalkan,” jelasnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, mobil Hilux mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan akibat hantaman ternak.

Pasca kejadian, pemilik kendaraan langsung melaporkan insiden tersebut kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat. Aparat kemudian melakukan penelusuran serta pengumpulan informasi dari warga sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap ternak peliharaan di wilayah Konawe Utara. Padahal, peraturan daerah telah mengatur kewajiban pemilik ternak untuk mengandangkan hewan mereka agar tidak berkeliaran, khususnya di fasilitas umum seperti jalan nasional.

Pihak keluarga korban pun telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Andeo, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas untuk mendorong langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang.

Samsidar, Ketua Karada Tolaki Sultra sekaligus Sekretaris DPD JPKPN Sultra, menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh terus dibiarkan.

“Hal ini tidak bisa dibiarkan. Ternak yang tidak dikandangkan dan berkeliaran di jalur jalan nasional sangat berbahaya. Sewaktu-waktu bisa menimbulkan kecelakaan yang lebih fatal bahkan korban jiwa,” tegasnya.

Ia juga mendesak pemerintah daerah dan aparat terkait untuk bertindak tegas terhadap pemilik ternak yang lalai, serta meningkatkan pengawasan di lapangan.
Kejadian ini menjadi peringatan serius bahwa keberadaan ternak liar di jalan raya bukan hanya mengganggu, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan.

Laporan: Samsidar

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA