Pemdes Lahotutu Salurkan 150 Kg Bibit Jagung, Kapolsek Wonggeduku Ajak Warga Sukseskan Gerakan “Sejengkal Tanah, Setetes Air”

waktu baca 4 menit
Kamis, 16 Jul 2026 01:34 0 193 Admin

Arsamedia.com, Konawe –
Pemerintah Desa Lahotutu, Kecamatan Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui penyaluran bantuan bibit jagung sekaligus pelaksanaan penanaman perdana jagung pakan ternak kepada Kelompok Tani MOHINA.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (16/7/2026) pukul 08.30 WITA itu dipusatkan di halaman rumah Kepala Desa Lahotutu, Umar, S.ST, sebagai lokasi simbolis penanaman perdana. Bantuan yang disalurkan berupa 150 kilogram bibit jagung pakan untuk dimanfaatkan pada lahan pertanian seluas 10 hektare.

Program tersebut merupakan bagian dari bantuan Pemerintah Kabupaten Konawe dalam rangka mendukung visi Bupati Konawe untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pemberdayaan masyarakat dan optimalisasi lahan pertanian.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Wonggeduku Barat Tasrin, S.E., M.M., Kapolsek Wonggeduku Ipda Harisman, S.H., pemerintah desa, penyuluh pertanian, Kelompok Tani MOHINA, MAHASISWA KKN IAIN Kendari, tokoh masyarakat, serta warga Desa Lahotutu.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Lahotutu, Umar, S.ST, menyampaikan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu kekuatan utama masyarakat desa. Oleh karena itu, pemerintah desa akan terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan seluruh potensi lahan yang dimiliki untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.

Ia mengatakan bahwa bantuan bibit jagung ini diharapkan menjadi motivasi bagi para petani untuk lebih semangat mengembangkan usaha pertanian, khususnya budidaya jagung pakan ternak yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Menurut Umar, pemanfaatan lahan tidak hanya dilakukan pada area persawahan atau kebun yang luas, tetapi juga dimulai dari pekarangan rumah.

“Pemanfaatan lahan pekarangan rumah, sejengkal tanah setetes air untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setiap lahan yang masih kosong dapat ditanami tanaman produktif sehingga memberikan manfaat bagi kebutuhan pangan maupun ekonomi keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Wonggeduku Ipda Harisman, S.H. mengajak seluruh masyarakat menjadikan gerakan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai budaya baru dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, melalui gerakan “Sejengkal Tanah, Setetes Air”, setiap keluarga memiliki kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Lahan pekarangan yang selama ini kosong jangan dibiarkan terbengkalai. Manfaatkan untuk menanam cabai, tomat, sayuran, jagung maupun tanaman pangan lainnya yang dapat memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Kapolsek.

Ia menjelaskan bahwa manfaat dari pemanfaatan pekarangan rumah sangat besar. Selain mengurangi pengeluaran rumah tangga karena kebutuhan dapur dapat dipenuhi sendiri, hasil panen yang berlebih juga dapat dijual sehingga menjadi tambahan pendapatan keluarga.

Lebih lanjut, Ipda Harisman menegaskan bahwa Polsek Wonggeduku siap mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk di sektor pertanian.

Menurutnya, kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir memberikan motivasi serta pendampingan bersama pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan instansi terkait agar masyarakat semakin bersemangat mengembangkan pertanian.

“Kami siap memberikan dukungan dan pendampingan bersama pemerintah desa serta penyuluh pertanian. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, sehingga seluruh elemen masyarakat harus ikut berpartisipasi,” ungkapnya.

Kapolsek berharap gerakan pemanfaatan lahan pekarangan dapat berkembang di seluruh desa di wilayah Kecamatan Wonggeduku Barat sehingga mampu menciptakan lingkungan yang hijau, produktif, dan mandiri.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak menyia-nyiakan setiap jengkal tanah yang dimiliki.

“Mari manfaatkan setiap sejengkal tanah dan setiap tetes air untuk menghasilkan tanaman yang bermanfaat. Jika dilakukan bersama-sama, gerakan ini akan memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan ekonomi keluarga, dan mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri serta sejahtera,” tegasnya.

Penanaman perdana jagung pakan ternak yang dilakukan secara simbolis tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para petani berharap bantuan bibit sebanyak 150 kilogram yang akan ditanam pada lahan 10 hektare mampu menghasilkan panen yang melimpah sehingga dapat meningkatkan produksi jagung di Desa Lahotutu sekaligus mendukung kebutuhan pakan ternak di wilayah Kabupaten Konawe.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Konawe, Pemerintah Desa Lahotutu, aparat kepolisian, pemerintah kecamatan, penyuluh pertanian, dan kelompok tani, diharapkan program ketahanan pangan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Program ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian masyarakat pedesaan, sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Konawe.

Laporan : Arsamedia

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA